JS Awetive - шаблон joomla Joomla

Anak Tidak Mau Sekolah

 

Sekolah

 

Usianya masih belia, baru 8 tahun dan saat ini masih duduk di bangku SD kelas 3. Anaknya ceria dan terlihat cerdas. Mata pelajaran yang disukainya adalah matematika dan olahraga. Kedua ayah dan ibunya bekerja dan kesehariannya di asuh oleh nenek dan bibinya. Namun sudah hampir satu minggu ini ia tidak mau masuk sekolah dan lebih senang untuk tinggal di rumah saja.

 

Sudah berbagai macam cara digunakan oleh ayah dan ibu-nya agar si anak mau kembali berangkat sekolah. Ia bahkan telah dimotivasi, dikasih pengertian, di tanya masalahnya apa, dan dibuat senang pula dengan cara dibelikan hadiah atau jalan-jalan, namun sayang tetap tidak berhasil. Pernah suatu saat si anak mengatakan ingin berangkat sekolah namun ketika keesokan paginya, ia mogok kembali dan memutuskan untuk tidak bersekolah. Pihak sekolah juga sebenarnya sudah pernah datang ke rumah dan membujuk agar si anak mau hadir kembali, namun tetap saja masih belum berhasil. Hal ini benar-benar membuat bingung kedua orangtuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan anak mereka. Paling tidak mereka berharap agar dapat menemukan alasan yang membuat si anak enggan untuk bersekolah.

 

Pada saat sesi terapi, si anak lebih sering berada di samping Ibunya. Sesekali hanya tersenyum dan enggan untuk menjawab jika ditanya. Sepertinya ia hanya asik mendengarkan perbincangan saya dengan si Ibu, bahkan ketika saya coba untuk bertanya lebih dalam lagi, saya dapat melihat ada ketidaknyamanan dari si anak dan kecenderungan ia ingin menangis.

 

Akhirnya saya pun putuskan untuk menggunakan pendekatan lain. Pendekatan atau teknik ini sangat tepat jika berhadapan dengan situasi seperti ini. Pendekatan ini dinamakan dengan ‘metafora’, yakni teknik bercerita yang di dalamnya mengandung pesan atau ajakan dan tentunya masih sesuai dengan permasalahan si anak. Saya mulai memberi sinyal kepada si Ibu untuk merespon cerita yang saya buat dengan ungkapan atau kalimat, agar cerita yang saya buat nanti seperti benar adanya atau paling tidak memberi efek kepada si anak.

 

Mulailah saya bercerita…

 

Ketika saya bercerita, terlihat si anak mendengarkan dengan sangat seksama, lalu ia mulai terlihat merubah cara duduknya, raut mukanya juga mulai terlihat berubah seiring cerita yang saya sampaikan. Di antara cerita yang saya sampaikan, tidak lupa saya selipkan beberapa sugesti, pesan dan motivasi. Hal ini bertujuan agar anak mau bercerita dengan sebenar-benarnya apa yang menyebabkan ia tidak mau sekolah.

 

Tiba-tiba si anak menangis dengan hebat dan menutup mukanya. Sepertinya cerita yang saya buat benar-benar menyentuh hingga membuat dirinya menangis. Lalu saya minta si Ibu untuk memeluk dan memberi motivasi agar si anak menjadi lebih berani dan mau menyampaikan alasannya. Akhirnya kami pun menemukan beberapa alasan yang membuat si anak enggan untuk sekolah.

 

Metafora adalah cerita, cerita bisa berbentuk apa saja. Cerita yang sering kita dengar sejak kecil atau cerita yang kita peroleh dari hasil pengamatan dapat memberi kesan. Sebuah cerita bisa bermakna sangat dalam bahkan bisa merubah hidup seseorang. Ketika seseorang bercerita maka sulit sekali pikiran untuk menolak nilai-nilai yang ada di dalamnya, bahkan kecenderungannya kita akan mudah menerima begitu saja.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

 

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendaftaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

Read 938 times Last modified on Tuesday, 25 April 2017 04:08
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lokasi Praktek

Contact us

Icon putih

021-8318690 / 83705469

0812-8685-5700

Gd. Mantika, Jl. Tebet Raya 9G

Jakarta Selatan

JoomShaper