JS Awetive - шаблон joomla Joomla

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua (Bagian 1)

 

child 2027489 1280

 

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua : Bagian 1 I Bagian 2 I Bagian 3

 

"MEMAHAMI ANAK"

 

Seringkali orang tua menyalahkan anak jika anaknya bermasalah, seringkali orang tua pun tidak mau disalahkan jika anaknya bermasalah. Merasa bahwa selama ini mereka telah mendidik anak dengan cara-cara yang baik, bahkan ada yang mengatakan bahwa “saya dahulu di didik oleh orang tua saya dengan cara seperti ini dan baik-baik saja”.

 

Lalu, mengapa anak zaman sekarang tidak bisa di didik dengan cara seperti itu juga?

 

Kini zaman sudah berbeda dan berubah, oleh karena itu orang tua di zaman sekarang semestinya harus berubah juga. Berubah dan mau belajar bagaimana memahami dan bekerjasama dengan anak-anak yang lahir di generasi yang berbeda dengan orangtuanya. Lihatlah disekeliling anda saat ini, dalam berbagai sektor kehidupan telah terjadi banyak perubahan yang melibas tanpa pandang bulu kepada mereka yang tidak mau berubah (statis). Bisa kita lihat dalam dunia bisnis atau usaha dimana banyak perusahaan yang harus tutup karena tidak bisa mengimbangi perubahan. Dalam bidang pekerjaan, banyak perusahaan yang mensyaratkan skill karyawan yang tinggi jika ingin bisa mendapatkan karier terbaik, dan sebagainya.

 

Dalam sesi seminar parenting sering sekali saya tanyakan kepada orang tua mengenai apa itu parenting?

 

Saya jelaskan bahwa parenting adalah usaha orang tua dalam memahami anak meskipun anak tidak memahami orang tua.  Ada sebagian orang tua yang tidak setuju pada saat saya menyampaikan pendapat saya tersebut, bahkan ada orang tua yang protes dan mengatakan bahwa, seharusnya anak yang memahami orang tua dan bukan sebaliknya.  Namun jika kita perluas definisi tersebut, maka maknanya menjadi, “Orang tua pernah mengalami masa kanak-kanak dan anak-anak belum pernah menjadi orang tua”, maka sepatutnya siapa yang harus memahami terlebih dahulu?

 

Orang tua pernah mengalami masa kanak-kanak oleh karena itu sejatinya orang tua bisa lebih bijak dan lebih memahami setiap permasalahan yang terjadi pada anak. Wajar jika anak berbuat kesalahan karena mereka masih membutuhkan bimbingan serta arahan. Menjadi tidak wajar jika orang tua selalu menyalahkan anak-anak mereka karena tidak seperti dirinya di waktu lalu.

 

Lalu bagaimana kita memulai perubahan untuk menjadi orang tua yang bisa memahami anak? Maka mulailah dengan memperbaiki komunikasi atau cara berbicara kepada anak. Kita tidak bisa mengatakan sesuatu kepada anak-anak kita dengan bahasa-bahasa orang dewasa yang tidak dipahami oleh mereka. Banyak orang tua yang mengatakan hal-hal ini kepada anak mereka,

 

kamu tahu tidak apa, kalau papa/mama ini capek cari uang buat kamu!” (lho…memangnya papa/mama pernah mengajarkan aku cari uang sehingga aku tahu bahwa cari uang itu capek?), 

 

atau seperti ini pusing tahu ngurus kamu yang kalau dibilangin suka tidak menurut”, (aku kan anak-anak, mana ngerti cara mengurus anak dan memangnya mama/papa mau pensiun jadi orang tua?), 

 

waktu mama/papa kecil dahulu, nakalnya tidak seperti kamu nak”, (memangnya aku hidup di zaman mama/papa, seperti apa sih sampai tidak bisa nakal?) dan sebagainya.

 

Ubahlah kalimat-kalimat yang tidak dimengerti oleh anak, karena kalimat-kalimat tersebut hanya akan menghabiskan energi bagi yang mengatakannya, bahkan pesan yang akan disampaikannya pun menjadi tidak jelas. Anak malah semakin bingung, dan jika anak sudah di buat bingung maka akan seperti apa ketika si anak besar nanti? Mampukah ia mengambil keputusan dengan tepat dan cepat? Mampukah si anak menjadi pribadi yang tegas dan berani? Anak yang mudah bingung akan sulit untuk menjadi pengambil keputusan yang tepat dan cepat.

 

Untuk itu mulai dari sekarang buatlah kalimat-kalimat yang bisa membangkitkan semangat dan keceriaan anak karena tugas anak saat ini adalah belajar dan memperoleh kesenangan. Melalui kesenangan tersebut anak pun akan lebih cepat memahami dan belajar sesuatu dengan lebih baik. Gunakan kalimat-kalimat positif dan bangun kepercayaan diri mereka dengan cara berbicara lebih dijaga dan berhati-hati pada saat mengucapkannya. 

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

Read 781 times Last modified on Monday, 29 January 2018 04:35
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lokasi Praktek

Contact us

Icon putih

021-8318690 / 83705469

0812-8685-5700

Gd. Mantika, Jl. Tebet Raya 9G

Jakarta Selatan

JoomShaper