JS Awetive - шаблон joomla Joomla

Kesurupan

 

Kesurupan

 

Sudah sejak lama ia tidak mengalami kejadian seperti ini. Seingatnya, hal ini terjadi ketika ia masih sekolah dahulu, yaitu tepatnya ketika duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP). Kala itu sempat terjadi sebuah peristiwa yang tidak dapat ia lupakan dan karena peristiwa itu dirinya pun kemudian berkenalan dengan “kesurupan”.

 

Ia menceritakan kisahnya seperti ini, saat itu di pagi hari ketika waktu jam istirahat di sekolah, tiba-tiba ada pengumuman lewat pengeras suara bahwa para siswa tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan kelas dan harus tetap berada di luar selama jam istirahat. Ternyata pihak sekolah akan mengadakan razia di tiap-tiap kelas untuk memeriksa barang-barang yang ada di dalam tas para siswa. Setelah razia selesai, entah mengapa dirinya diminta untuk menghadap ke kepala sekolah. Disana, dirinya mulai diinterogasi oleh guru dan kepala sekolah atas penemuan berupa film porno yang ada di tasnya. Shock dan sangat terkejut tidak dapat terelakkan, hal ini karena ia tidak menyangka ada benda seperti itu di dalam tasnya, ia sendiri yakin bahwa benda itu bukan miliknya.

 

Ia ingat bahwa pagi itu ia bertukar tas dengan temannya. Perihal tukar-menukar tas (meminjam) memang sedang banyak dilakukan oleh teman-temannya, maka dari itu ia pun memberikan alasan tersebut dan menjelaskan bahwa barang-barang tersebut bukanlah miliknya. Pihak sekolah tidak bisa menerima begitu saja alasan yang ia utarakan, pihak sekolah kemudian mengundang orang tua ke sekolah untuk hadir saat itu juga. Si Ibu pun datang ditemani oleh kakaknya, disanalah si Ibu marah besar begitu pula dengan si kakak.

 

Tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menangis dan merasa dirinya dipersalahkan atas sesuatu yang bukan perbuatannya. Saat malam hari dan sedang sendirian di kamar, tiba-tiba tubuhnya bergetar sangat keras dan ia mulai berteriak-teriak. Seperti ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat dirinya seperti ‘kesurupan’. Sontak pihak keluarga bergegas ke kamar, lalu memegang dirinya kuat-kuat agar tidak mengamuk dan berteriak-teriak.

 

Kejadian di atas telah berlalu, hingga saat ini ia telah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Entah mengapa ternyata kejadian ‘kesurupan’ waktu SMP yang telah diceritakan sebelumnya, baru-baru ini dialaminya kembali. Seingat dia, memang ada beban rumah tangga yang sangat berat dan ia tak kuasa memikulnya, hal ini mirip sekali seperti kejadian waktu di SMP. Namun, ‘kesurupan’ kali ini rasanya berbeda, dimana ia merasa sangat marah, kesal dan benci terhadap orang-orang yang membantunya untuk menghilangkan kesurupan tersebut. Ia merasa dirinya seperti disiksa akibat beberapa orang yang memegangi tangan dan kakinya, bahkan hingga tangan dan kakinya memar dan membiru. Beberapa saudara pun sampai menyalahkan dirinya yang mudah mengalami ‘kesurupan’ karena dianggap sering termenung atau melamun.

 

Ia kemudian mencari dan menjalani hipnoterapi untuk bisa menghilangkan kesurupan tersebut. Dengan bantuan hipnoterapi, dirinya pun akhirnya bisa terbebas dari ‘kesurupan’. Beberapa bulan kemudian dirinya pun datang kembali untuk menceritakan pengalamannya. Ia bercerita, pernah suatu waktu dirinya merasa akan ‘kesurupan’, hal ini ditandai dengan badannya mulai lemah, mukanya pucat dan ada perasaan bahwa dirinya tidak sanggup lagi bertahan dan rasanya ingin ‘kesurupan’.

 

Menyadari dirinya akan mengalami ‘kesurupan’, maka ia bergegas mengambil air putih lalu duduk dengan santai dan rileks sambil menenangkan pikiran. Ia minum air putih tersebut, setelah agak sedikit tenang dan rileks dirinya kemudian mulai berdialog kepada bagian dirinya yang lain (part) yang ingin kesurupan, yakni yang disebut “Si Kesurupan”. Teknik ini sudah diajarkan pada sesi hipnoterapi pada sesi pertama ia hadir.

 

Dirinya berusaha berdialog hingga hadir kesadaran atau sugesti bahwa ia menerima segala kekurangan serta masalah yang terjadi di dalam kehidupannya. Ia pun ikhlas menerima permasalahan hidup atau apapun itu menjadi bagian dalam dirinya, bahkan sekalipun harus kesurupan lagi ,saat itu pun ia rela dan ikhlas. Setelah melakukan rangkaian dialog, tubuhnya merasa lebih baik dan bertenaga. Hilang sudah kekhawatiran untuk ‘kesurupan’ lagi. Sejak saat itu dan hingga saat ini, dimana saya masih berkomunikasi dengan dirinya, masalah kesurupan tersebut tidak hadir lagi.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

Read 640 times Last modified on Wednesday, 23 August 2017 07:43
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lokasi Praktek

Contact us

Icon putih

021-8318690 / 83705469

0812-8685-5700

Gd. Mantika, Jl. Tebet Raya 9G

Jakarta Selatan

JoomShaper