JS Awetive - шаблон joomla Joomla

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua (Bagian 3) Featured

IBU ANAK

 

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua : Bagian 1 I Bagian 2 I Bagian 3

 

"ANAK SAYA HARUS DI THERAPY PAK!"

 

Suatu kali saat saya sedang berada di ruangan saya, terdengarlah diskusi dari meja front office yang terdengar semakin memanas dan menarik perhatian saya, yaitu terjadi saat ada orangtua yang bersikukuh meminta agar anaknya yang duduk di kelas 3 SMP untuk segera di terapi. Meskipun sebenarnya penjelasan tentang apa itu hipnoterapi sudah disampaikan oleh tim kami, akhirnya saya pun memutuskan untuk ikut turun tangan dengan keluar dari ruangan saya dan memberikan menjelaskan yang lebih mendetail kepada mereka.

 

Mendengar ungkapan yang terucap berkali-kali bahwa anak mereka minta untuk segera di hipnoterapi menjadikan saya berkata dengan sangat tegas di awal dengan mengatakan “saya tidak akan melakukan terapi pada anak anda jika anda tidak mau di terapi juga!”, “atau anda bisa mencari therapist lain selain saya”, “yang butuh di terapi adalah anda berdua”. Demikian saya katakan kepada mereka, keduanya begitu terkejut dan menunggu pernyataan saya selanjutnya. Saya jelaskan prosedur hipnoterapi pada anak adalah seperti yang telah saya tuangkan pada tulisan saya di bagian 1 dan bagian 2 sebelumnya. Setelah akhirnya mereka mencapai kesepakatan, mereka pun menyatakan ingin mendapatkan sesi hipnoterapi bersama saya.

 

Melalui sesi terapi yang baru berjalan kurang lebih lima belas menit, permasalahan si anak pun terungkap. Bahkan dibenarkan pula oleh si suami yang kerap mempersalahkan si istri dalam mendidik anak pertama mereka, seperti “terlalu di manja pak!, istri saya tidak bisa tegas”. Si istri pun menimpali seperti tidak mau kalah, yang secara tidak langsung menyalahkan si suami yang tidak bisa dekat dengan anak karena sibuk menyelesaikan kuliahnya di luar kota. Lalu, mulailah saya mengarahkan cara terbaik untuk mencari solusi atas permasalahan mereka. Sepertinya si suami ini sudah bulat tidak bisa berubah, ia tetap mempertahankan pendapatnya bahwa si istri-lah yang harus pandai dalam mendidik anak.

 

Sungguh keputusan berat yang harus di buat oleh si istri karena dirinya yang harus berubah, yakni dengan tidak memanjakan si anak walau ternyata memang ada alasan kuat dibalik keputusannya memanjakan anak pertamanya tersebut. Dikisahkan bahwa anak pertamanya ini pernah mengalami sakit parah yang membuatnya teramat kasihan sekali, bahkan ketika ia menceritakan kembali malah membuatnya menangis. Ia merasa tidak tega kepada anaknya tersebut jika harus tegas apalagi memarahinya hingga akhirnya anak itu saat ini sudah beranjak dewasa dan ia dibuat repot dengan tingkah lakunya itu. Timbul rasa khawatir, cemas, kasihan, takut, bercampur menjadi satu, di sisi lain ia tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Akhirnya pada sesi terapi diputuskan untuk membantu si Ibu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam dirinya, membantunya untuk bisa lebih tegas dan bukan dengan memarahi atau menyalahkan. Membantu si ibu memberi sudut pandang baru dalam mendidik anak agar menjadi seperti apa yang ia inginkan.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

Read 559 times Last modified on Monday, 29 January 2018 04:32
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lokasi Praktek

Contact us

Icon putih

021-8318690 / 83705469

0812-8685-5700

Gd. Mantika, Jl. Tebet Raya 9G

Jakarta Selatan

JoomShaper