JS Awetive - шаблон joomla Joomla
Artikel

Artikel (21)

 

13 80 Permasalahan Anak Ada di Orang Tua Part 2

 

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua : Bagian 1 I Bagian 2 I Bagian 3

 

"BAHASA SUGESTI"

 

“Hayo nak cepat-cepat bangun!”

“Hayo segera bobo, besok kesiangan sekolahnya lho…!”

“Kalau mengerjakan sesuatu jangan lamban donk, bisa cepat sedikit tidak!”

 

Kata ‘cepat-cepat’, ‘segera’, ‘jangan lamban cepat sedikit’ selalu diucapkan oleh orang tua, bahkan saya pun dahulu sering mengatakannya kepada anak saya. Dampaknya, anak saya jadi mudah panik, tergesa-gesa dan senangnya dimarahi terlebih dahulu baru mengerjakan sesuatu yang saya minta. Pada awalnya saya tidak mengetahui hal tersebut hingga saya akhirnya belajar mengenai dampak bahasa pada diri anak, termasuk dampaknya juga kepada diri kita sendiri.

 

Mengapa bisa berdampak? hal ini karena setiap hari manusia berbicara kepada dirinya sendiri, tentu jika bahasa yang disampaikan berisi bahasa-bahasa yang negatif, maka jangan heran jika perasaan anda pun menjadi tidak menyenangkan.

 

Pernah suatu kali ada orang tua yang mengeluh karena anaknya kurang percaya diri, padahal katanya, di rumah sang anak sudah dimotivasi dan diberi pengertian agar bisa menjadi anak yang percaya diri. Nah, perlu anda perhatikan bahwa dalam berkomunikasi kepada anak, khususnya yang menyangkut keinginan orang tua kepada anak-anak mereka, yaitu fokuslah pada hal-hal yang membangun si anak untuk bisa menjadi seperti yang anda inginkan bukan pada hasil akhirnya. Jika anda hanya fokus pada hasil akhirnya, tanpa membangun pondasi yang kuat di awal, maka hal itu hanya akan membuat anda kecewa bahkan menyalahkan sang anak.

 

Jika anda ingin anak anda bisa percaya diri, maka fokuslah kepada bagaimana melatih anak untuk bisa memiliki kesempatan sebanyak-banyaknya berbicara dan anda menjadi pendengar yang baik. Luangkan waktu dan bangun kepercayaan diri si anak untuk mengungkapkan pendapatnya. Lalu, berikanlah apresiasi yang tulus atas setiap prestasi sekecil apapun yang ia peroleh sehingga lambat laun si anak pun akan merasa dihargai dan terbangun kepercayaan dirinya.

 

Jika anak memiliki kelebihan atau bakat tertentu, maka bangunlah kepercayaan dirinya melalui bakatnya tersebut. Jangan minta kepada anak untuk segera memperoleh hasil dari apa yang dikerjakannya, biarkan ia berproses, maka dengan sendirinya anda akan melihat hasilnya nanti ketika ia sudah benar-benar percaya diri. Tugas anda mendampingi dan terus memotivasi.

 

Cara yang lebih efektif untuk bisa membuat anak anda menjadi seperti apa yang anda inginkan adalah dengan cara “go first”, yakni anda sebagai orang tua memberikan contoh di awal. Ini merupakan teknik yang sangat ampuh dalam mendidik anak untuk menjadi seperti yang anda inginkan, sekaligus untuk inrtrospeksi diri. Misalkan ; jika anda ingin anak anda rajin sholat di masjid, apakah anda juga selalu mengajaknya bersama-sama berangkat ke masjid?. Jika anda ingin anak menjadi penulis, maka sudahkah anda memperkenalkannya dengan buku-buku bacaan dan ia sendiri juga sering melihat anda membaca buku dan membuat tulisan-tulisan?, dan sebagainya.

 

Terakhir, agar anak anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan maka cara termudah adalah dengan mengevaluasi diri sendiri. Jika anak dari teman atau tetangga anda pandai bermain music, maka pasti ayahnya bisa memperkenalkan musik dengan baik.  Jika mereka pandai bernyanyi, maka pasti orang tuanya sangat senang memperkenalkan dunia tarik suara kepada anak mereka. Jika mereka pandai berolahraga, bisa menghapal Al Quran, pandai otomotif, suka berpetualang, lebih berani dan percaya diri, pandai berbicara, maka lihatlah bagaimana keluarga tersebut membangun anak-anak mereka agar bisa menjadi seperti yang mereka inginkan.

 

Bagaimana dengan anda? 

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

child 2027489 1280

 

80% Permasalahan Anak di Sebabkan oleh Orang Tua : Bagian 1 I Bagian 2 I Bagian 3

 

"MEMAHAMI ANAK"

 

Seringkali orang tua menyalahkan anak jika anaknya bermasalah, seringkali orang tua pun tidak mau disalahkan jika anaknya bermasalah. Merasa bahwa selama ini mereka telah mendidik anak dengan cara-cara yang baik, bahkan ada yang mengatakan bahwa “saya dahulu di didik oleh orang tua saya dengan cara seperti ini dan baik-baik saja”.

 

Lalu, mengapa anak zaman sekarang tidak bisa di didik dengan cara seperti itu juga?

 

Kini zaman sudah berbeda dan berubah, oleh karena itu orang tua di zaman sekarang semestinya harus berubah juga. Berubah dan mau belajar bagaimana memahami dan bekerjasama dengan anak-anak yang lahir di generasi yang berbeda dengan orangtuanya. Lihatlah disekeliling anda saat ini, dalam berbagai sektor kehidupan telah terjadi banyak perubahan yang melibas tanpa pandang bulu kepada mereka yang tidak mau berubah (statis). Bisa kita lihat dalam dunia bisnis atau usaha dimana banyak perusahaan yang harus tutup karena tidak bisa mengimbangi perubahan. Dalam bidang pekerjaan, banyak perusahaan yang mensyaratkan skill karyawan yang tinggi jika ingin bisa mendapatkan karier terbaik, dan sebagainya.

 

Dalam sesi seminar parenting sering sekali saya tanyakan kepada orang tua mengenai apa itu parenting?

 

Saya jelaskan bahwa parenting adalah usaha orang tua dalam memahami anak meskipun anak tidak memahami orang tua.  Ada sebagian orang tua yang tidak setuju pada saat saya menyampaikan pendapat saya tersebut, bahkan ada orang tua yang protes dan mengatakan bahwa, seharusnya anak yang memahami orang tua dan bukan sebaliknya.  Namun jika kita perluas definisi tersebut, maka maknanya menjadi, “Orang tua pernah mengalami masa kanak-kanak dan anak-anak belum pernah menjadi orang tua”, maka sepatutnya siapa yang harus memahami terlebih dahulu?

 

Orang tua pernah mengalami masa kanak-kanak oleh karena itu sejatinya orang tua bisa lebih bijak dan lebih memahami setiap permasalahan yang terjadi pada anak. Wajar jika anak berbuat kesalahan karena mereka masih membutuhkan bimbingan serta arahan. Menjadi tidak wajar jika orang tua selalu menyalahkan anak-anak mereka karena tidak seperti dirinya di waktu lalu.

 

Lalu bagaimana kita memulai perubahan untuk menjadi orang tua yang bisa memahami anak? Maka mulailah dengan memperbaiki komunikasi atau cara berbicara kepada anak. Kita tidak bisa mengatakan sesuatu kepada anak-anak kita dengan bahasa-bahasa orang dewasa yang tidak dipahami oleh mereka. Banyak orang tua yang mengatakan hal-hal ini kepada anak mereka,

 

kamu tahu tidak apa, kalau papa/mama ini capek cari uang buat kamu!” (lho…memangnya papa/mama pernah mengajarkan aku cari uang sehingga aku tahu bahwa cari uang itu capek?), 

 

atau seperti ini pusing tahu ngurus kamu yang kalau dibilangin suka tidak menurut”, (aku kan anak-anak, mana ngerti cara mengurus anak dan memangnya mama/papa mau pensiun jadi orang tua?), 

 

waktu mama/papa kecil dahulu, nakalnya tidak seperti kamu nak”, (memangnya aku hidup di zaman mama/papa, seperti apa sih sampai tidak bisa nakal?) dan sebagainya.

 

Ubahlah kalimat-kalimat yang tidak dimengerti oleh anak, karena kalimat-kalimat tersebut hanya akan menghabiskan energi bagi yang mengatakannya, bahkan pesan yang akan disampaikannya pun menjadi tidak jelas. Anak malah semakin bingung, dan jika anak sudah di buat bingung maka akan seperti apa ketika si anak besar nanti? Mampukah ia mengambil keputusan dengan tepat dan cepat? Mampukah si anak menjadi pribadi yang tegas dan berani? Anak yang mudah bingung akan sulit untuk menjadi pengambil keputusan yang tepat dan cepat.

 

Untuk itu mulai dari sekarang buatlah kalimat-kalimat yang bisa membangkitkan semangat dan keceriaan anak karena tugas anak saat ini adalah belajar dan memperoleh kesenangan. Melalui kesenangan tersebut anak pun akan lebih cepat memahami dan belajar sesuatu dengan lebih baik. Gunakan kalimat-kalimat positif dan bangun kepercayaan diri mereka dengan cara berbicara lebih dijaga dan berhati-hati pada saat mengucapkannya. 

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

Hipnoterapi Mahal

 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “harga berbicara!”. Mungkin bagi anda yang percaya jargon tadi, maka anda tidak akan keberatan mengeluarkan uang berapapun nilainya untuk sebuah transaksi,  hal ini dikarenakan anda meyakini bahwa produk atau jasa yang dilabelisasi dengan harga di atas rata-rata maka akan memberikan keuntungan yang setimpal. Namun bagaimana dengan anda yang tidak memiliki keyakinan seperti itu?


Tulisan ini dibuat agar anda tidak terjebak dalam paradigma pikiran anda sendiri tentang mahal atau murah sebuah jasa hipnoterapi. Saya mengajak anda untuk fokus kepada hasil atau manfaat dari hipnoterapi itu sendiri bagi kesembuhan anda, sehingga nantinya anda dapat memahami perihal apa saja yang harus anda persiapkan untuk keberhasilan sebuah sesi hipnoterapi tersebut.

 

Seringkali klien yang hadir untuk sesi hipnoterapi tidak mengetahui apa itu penyembuhan dengan metode Hipnoterapi, yang mereka tahu umumnya Hipnoterapi itu tidur di kursi rileksasi sambil diajak berbicara lalu bangun dan sembuh. Padahal teknik penyembuhan dengan metode Hipnoterapi bukan hanya rileksasi saja, namun ada berbagai macam teknik. Jika kita mau berusaha untuk mengetahui atau mempelajari ilmu tentang Hipnoterapi tersebut, maka hal itu akan sangat membantu diri kita sendiri dalam proses penyembuhan, baik yang nantinya dilakukan secara mandiri (sendiri) atau pun yang dengan bantuan hipnoterapist. Setidaknya anda menemukan pemahaman dan ilmu yang baru dari usaha mencari tahu itu bukan?

 

Pada umumnya, manakala Hipnoterapi tidak memberikan efek atau hasil yang diharapkan, maka biasanya klien menyalahkan ketidakmampuan therapist atau metode hipnoterapi itu sendiri. Bahkan tidak jarang saya menemukan ada beberapa orang yang mengikuti berbagai metode penyembuhan sekaligus untuk sebuah masalah dengan dalih “namanya juga berusaha”

 

Untuk itu agar investasi anda tidak sia-sia (baca;mahal) dan bisa memberikan efek atau manfaat seperti yang anda harapkan, maka sebelum memutuskan untuk bertemu dengan Hipnoterapist perhatikan terlebih dahulu faktor internal dan juga eksternal yang ada.

 

Faktor internal meliputi diri sendiri, yakni pertama-tama tanyakan kepada diri anda terlebih dahulu apakah masalah yang sedang anda hadapi saat ini bisa diselesaikan/disembuhkan dengan Hipnoterapi atau tidak?. Lho, bagaimana saya tahu…?. Mudah kok cara mengetahuinya.

 

  • Pertama, jika anda mengalami gejala suatu penyakit di tubuh namun setelah di periksa (diagnosa) secara medis dan kondisi anda sehat, bahkan dokter hanya menyarankan kepada anda untuk istirahat dan menenangkan pikiran saja, maka bisa jadi itu indikasi bahwa anda harus bertemu dengan Hipnoterapist. Beberapa kasus yang sering terjadi diantaranya; rasa takut mati akibat nyeri di dada yang telah diperiksa berkali-kali secara intensif ke dokter namun kondisi badan sehat dan baik-baik saja.

 

  • Atau keadaan yang kedua, dimana anda mengalami suatu penyakit namun tidak kunjung sembuh. Penyakit tersebut hanya timbul jika anda mengalami beban psikologis seperti; rasa takut, cemas, marah, kesal, capek, benci, tidak berdaya, dsb. Contoh; tiba-tiba merasa mual atau perih di lambung karena cemas atau takut, gatal-gatal yang timbul setelah merasa benci atau kesal, tengkuk kepala merasa nyeri dan kepala menjadi pusing setiap kali melakukan perbuatan yang dirasa tidak patut untuk dilakukan, dsb.

 

  • Yang ketiga, yakni masalah yang berhubungan dengan psikologis itu sendiri dan memang telah diyakini bisa sembuh dengan bantuan Hipnoterapi, misalkan merasa kurang percaya diri, takut yang berlebihan, cemas yang berlebihan, trauma, phobia, sulit tidur, mudah marah, selalu menyalahkan diri sendiri, memiliki kebiasaan buruk, dan sebagainya.

 

Selanjutnya, selain faktor internal yang telah disebutkan di atas, maka anda harus melihat pula faktor eksternal berikut ini :

 

  • Yang pertama adalah bahwa anda harus yakin dengan orang yang akan melakukan tindakan untuk sesi Hipnoterapi tersebut dalam hal ini adalah si Hipnoterapist. Pelajari dan cari tahu  kemampuan serta jam terbang yang dimilikinya dalam melakukan sesi terapi. Hal ini bisa anda dapatkan melalui rekomendasi dari orang yang sebelumnya pernah diterapi atau dari ulasan-ulasan masalah dari tulisan-tulisan yang pernah di buat. Semakin banyak seorang therapist menangani sebuah kasus secara berulang-ulang, maka tentu ia makin ahli dalam penyembuhan pada ranah tersebut. Tentu saja mereka juga akan memberikan tarif yang sepadan dengan keahlian mereka bukan? Seorang Hipnoterapist mendapatkan ilmunya dari mengikuti pelatihan dan berlisensi (bersertifikat). Semakin banyak seorang hipnoterapist mempelajari ilmu pengembangan diri yang fokus pada komunikasi pikiran bawah sadar dan penyembuhannya, maka semakin baik pula untuk dijadikan rekomendasi.

 

  • Yang kedua pastikan pula anda nyaman dengan lokasi atau tempat dimana anda akan melakukan sesi Hipnoterapi. Bagi sebagian orang, situasi jalan yang saat ini padat dan macet bisa memakan waktu yang lama serta melelahkan. Selain itu, juga bisa mengakibatkan kondisi yang kurang nyaman ketika melakukan sesi hipnoterapi.

 

  • Yang terakhir, pastikan ruangan terapi membuat anda nyaman dan bisa memaksimalkan proses penyembuhan. Hal ini sangat penting karena ketidaknyamanan bisa menimbulkan rasa was-was dan ketakutan. Hal tersebut tentunya bisa menghambat proses penyembuhan itu sendiri.


Jika ketiga faktor yang telah saya uraikan diatas masih di rasa kurang, maka saya sarankan anda bisa konsultasi terlebih dahulu kepada hipnoterapist sehingga anda bisa mendapatkan gambaran terbaik atas masalah anda. Nah, jika hal-hal tersebut telah terpenuhi dengan baik, maka saya percaya bahwa investasi yang anda keluarkan untuk sesi Hipnoterapi akan sesuai dengan manfaat yang anda terima pula bukan?

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

Hypnosis Permanent

 

"Apakah Hipnosis itu permanen?"

Demikian pertanyaan yang sering diajukan oleh beberapa klien yang ingin mengikuti sesi Hipnoterapi. Untuk menjawabnya maka saya akan menggunakan sebuah ungkapan yang sangat terkenal dan disampaikan oleh Bapak Hipnosis modern yakni Milton H. Erikson. Beliau mengatakan bahwa “every Hipnosis is self Hypnosis”, artinya bahwa setiap Hipnosis sebenarnya adalah proses menghipnosis diri sendiri.

 

Bagi anda yang hendak mengikuti penyembuhan dengan Hipnoterapi, sejatinya harus meyakini terlebih dahulu bahwa masalah yang sedang anda hadapi bisa terselesaikan dengan bantuan ‘diri anda sendiri’ dan melalui perantara Hipnoterapist. Dimana ada kuasa (keinginan/keyakinan) yang kuat yang datang dari diri anda sendiri untuk bisa sembuh dan memahami bahwa seorang Hipnoterapist dengan kemampuan (skill) yang dimilikinya hanyalah sebagai perantara. Seorang Hipnoterapist membekali diri dengan teknik-teknik (tools) serta kemampuan (skill) yang mampu menyembuhkan, tentu ini akan berbeda sekali jika anda datang kepada seseorang yang tidak tepat atau tidak memiliki kemampuan seperti yang di sebutkan tadi. Bisa-bisa yang terjadi adalah anda malah akan dibuat bingung atau bahkan bisa menimbulkan masalah baru nantinya.

 

Umumnya mereka yang menanyakan apakah Hipnosis itu permanen atau tidak, salah satunya adalah mereka yang memiliki kecenderungan pola berpikir yang analitik, kritis, berurutan (linear) dan logis. Artinya, dengan pola pikir yang analitis, maka proses penyembuhan yang mengedepankan imajinasi, visualisasi, pengandaian (jika), kreativitas, khayalan, tidak akan berhasil. Padahal Hipnosis dalam proses penyembuhannya banyak menggunakan hal-hal yang telah disebutkan tadi.

 

Dengan pola pikir yang seperti itu, sebenarnya sudah mengurangi nilai kesembuhan seseorang untuk bisa keluar dari permasalahan yang saat ini sedang dihadapi, yaitu karena pada dasarnya Hipnosis bekerja pada ranah imajinasi, visualisasi, kreativitas, keyakinan (believe) dan juga strategi. Bukan berarti mereka yang berpikir analitik adalah orang yang ‘bermasalah’, namun hal tersebut hanyalah pola pikir yang memang bekerja atau dapat dikatakan terbiasa seperti itu.

 

Lalu apakah mereka yang memiliki pola pikir analitik tidak bisa dihipnosis? Tentu bisa, dengan hanya menghilangkan terlebih dahulu pertanyaan “apakah Hipnosis permanen atau tidak?”

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

Vertigo

 

Sudah hampir satu bulan lebih badan ini rasanya sedikit melemah dan pandangan agak kurang fokus jika melihat sesuatu dan sedikit berkunang-kunang. Sudah beberapa vitamin masuk ke dalam tubuh ini rutin setiap hari namun rasa itu belum juga hilang. Bahkan beberapa produk herbal juga tidak luput menjadi bagian dari perwujudan keinginan saya untuk bisa sembuh dari rasa tersebut.

 

Saya sudah dua kali pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri ke dokter, namun hasilnya tidak juga menunjukkan kesembuhan. Hasil diagnosa menyatakan bahwa tekanan darah, kadar gula atau hal-hal lainnya, yaitu yang menjadi praduga penyebab rasa-rasa itu menunjukkan hasil yang normal dan baik-baik saja. Sepertinya ada hal lain yang harus diperiksakan, yakni faktor psikis (kejiwaan).

Bukankah penyakit itu bisa bersumber dari pola pikir kita sendiri?

 

Setelah berlangsung lebih dari satu bulan akhirnya rasa itu bisa hilang dengan sendirinya dan kembali normal seperti biasa tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan. Badan memang terasa lebih bugar dan penuh semangat lagi dalam menjalani hidup. Lalu sebenarnya apa yang terjadi? Setelah saya menjalani sesi hipnoterapi, akhirnya saya menemukan akar (penyebab) permasalahan saya. Rasa seperti : pusing, pandangan tidak fokus, sering berkunang-kunang bahkan menimbulkan kondisi tubuh seperti ingin terjatuh ternyata disebabkan adanya buah pikiran yang sepertinya ringan (sepele). Hal itulah yang ternyata berdampak sangat buruk bagi tubuh saya, ya…saya mengalami kecemasan dan ketakutan terhadap kehidupan yang pernah saya jalani akan terulang kembali.

 

Masih jelas di ingatan saya yaitu saat pertama kali saya mengalami vertigo dua belas tahun lalu, pada saat itu saya juga tidak bisa bangkit bahkan hanya bisa sekedar untuk duduk saja. Yang saya rasakan adalah, tiba-tiba ruangan di sekeliling rumah saya terasa berputar semua, menyebabkan saya tidak berani untuk membuka mata, seketika itu pula saya berusaha untuk tetap menutup mata serapat-rapatnya. Kala itu saya tidak tahu mengapa vertigo bisa hadir, bahkan hingga saya harus beristirahat cukup lama dan minum beberapa obat. Sebelum kejadian tersebut terjadi, saya masih mengingat dengan baik tentang bagaimana keadaan kehidupan saya yang kala itu sedang mengalami ujian berat. Tanpa saya sadari, hampir setiap hari saya hanya berpikir dan merenungi permasalahan saya saja. Tubuh dan otak sepertinya sudah lelah dan mengirim sinyal agar saya bisa menghilangkan beban tersebut, menerima dan lebih santai, akan tetapi hal itu ternyata malah saya abaikan. Hingga puncaknya adalah pada suatu pagi, yaitu pada saat saya sedang berjalan bangun dari kamar tidur, tiba-tiba dunia seperti berputar bagi saya dan akhirnya saya pun terjatuh terjerembab menabrak pintu di rumah.

 

Ingatan akan kejadian itu kemudian kembali muncul ketika sesi Hipnoterapi berlangsung. Seketika itu pula saya seperti sedang diingatkan kembali bahwa jika saya tidak sanggup mengatasi permasalahan yang saya sedang saya alami ini, maka bisa dipastikan kejadian dua belas tahun lalu, yaitu yang telah saya ceritakan itu akan terulang kembali. Berbekal niat untuk sembuh dan ketidakinginan saya untuk mengalami hal yang sama, akhirnya saya mengikuti anjuran therapist untuk menjalankan sesi Hipnoterapi dan berlatih untuk menenangkan diri, menerima takdir, membuat perencanaan hidup yang lebih baik dan tentu saja juga berserah diri kepada Allah.

 

Pada saat rileksasi saya melihat ada gambar diri saya yang sedang cemas dan takut dengan permasalahan hidup yang sedang saya alami. Dalam keadaan setengah sadar, saya bisa melihat diri saya yang lain, yaitu diri saya yang sedang memiliki masalah sangat berat. Tubuh yang layu, mata tertuju ke bawah, serta semangat hidup yang hilang sepertinya terlihat jelas pada saat itu. Namun dengan bantuan therapist, akhirnya saya pun mampu mengubah gambar dalam pikiran saya menjadi gambar yang lebih bermakna dan lebih baik. Lebih berani dalam menghadapi hidup serta menyerahkan segala permasalahan hanya kepada Allah yang maha kuasa.

 

Saat ini saya merasa sangat senang karena saya mampu menghadirkan pikiran yang nyaman dan dapat menjalani kehidupan normal yang terbebas dari ketakutan atau pun kecemasan. Ada kalimat yang merekat dalam diri ini, “saya tidak akan merelakan pikiran yang melemahkan hadir dan menjadi pemrograman diri mulai saat ini dan seterusnya”.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

Kesurupan

 

Sudah sejak lama ia tidak mengalami kejadian seperti ini. Seingatnya, hal ini terjadi ketika ia masih sekolah dahulu, yaitu tepatnya ketika duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP). Kala itu sempat terjadi sebuah peristiwa yang tidak dapat ia lupakan dan karena peristiwa itu dirinya pun kemudian berkenalan dengan “kesurupan”.

 

Ia menceritakan kisahnya seperti ini, saat itu di pagi hari ketika waktu jam istirahat di sekolah, tiba-tiba ada pengumuman lewat pengeras suara bahwa para siswa tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan kelas dan harus tetap berada di luar selama jam istirahat. Ternyata pihak sekolah akan mengadakan razia di tiap-tiap kelas untuk memeriksa barang-barang yang ada di dalam tas para siswa. Setelah razia selesai, entah mengapa dirinya diminta untuk menghadap ke kepala sekolah. Disana, dirinya mulai diinterogasi oleh guru dan kepala sekolah atas penemuan berupa film porno yang ada di tasnya. Shock dan sangat terkejut tidak dapat terelakkan, hal ini karena ia tidak menyangka ada benda seperti itu di dalam tasnya, ia sendiri yakin bahwa benda itu bukan miliknya.

 

Ia ingat bahwa pagi itu ia bertukar tas dengan temannya. Perihal tukar-menukar tas (meminjam) memang sedang banyak dilakukan oleh teman-temannya, maka dari itu ia pun memberikan alasan tersebut dan menjelaskan bahwa barang-barang tersebut bukanlah miliknya. Pihak sekolah tidak bisa menerima begitu saja alasan yang ia utarakan, pihak sekolah kemudian mengundang orang tua ke sekolah untuk hadir saat itu juga. Si Ibu pun datang ditemani oleh kakaknya, disanalah si Ibu marah besar begitu pula dengan si kakak.

 

Tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menangis dan merasa dirinya dipersalahkan atas sesuatu yang bukan perbuatannya. Saat malam hari dan sedang sendirian di kamar, tiba-tiba tubuhnya bergetar sangat keras dan ia mulai berteriak-teriak. Seperti ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat dirinya seperti ‘kesurupan’. Sontak pihak keluarga bergegas ke kamar, lalu memegang dirinya kuat-kuat agar tidak mengamuk dan berteriak-teriak.

 

Kejadian di atas telah berlalu, hingga saat ini ia telah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Entah mengapa ternyata kejadian ‘kesurupan’ waktu SMP yang telah diceritakan sebelumnya, baru-baru ini dialaminya kembali. Seingat dia, memang ada beban rumah tangga yang sangat berat dan ia tak kuasa memikulnya, hal ini mirip sekali seperti kejadian waktu di SMP. Namun, ‘kesurupan’ kali ini rasanya berbeda, dimana ia merasa sangat marah, kesal dan benci terhadap orang-orang yang membantunya untuk menghilangkan kesurupan tersebut. Ia merasa dirinya seperti disiksa akibat beberapa orang yang memegangi tangan dan kakinya, bahkan hingga tangan dan kakinya memar dan membiru. Beberapa saudara pun sampai menyalahkan dirinya yang mudah mengalami ‘kesurupan’ karena dianggap sering termenung atau melamun.

 

Ia kemudian mencari dan menjalani hipnoterapi untuk bisa menghilangkan kesurupan tersebut. Dengan bantuan hipnoterapi, dirinya pun akhirnya bisa terbebas dari ‘kesurupan’. Beberapa bulan kemudian dirinya pun datang kembali untuk menceritakan pengalamannya. Ia bercerita, pernah suatu waktu dirinya merasa akan ‘kesurupan’, hal ini ditandai dengan badannya mulai lemah, mukanya pucat dan ada perasaan bahwa dirinya tidak sanggup lagi bertahan dan rasanya ingin ‘kesurupan’.

 

Menyadari dirinya akan mengalami ‘kesurupan’, maka ia bergegas mengambil air putih lalu duduk dengan santai dan rileks sambil menenangkan pikiran. Ia minum air putih tersebut, setelah agak sedikit tenang dan rileks dirinya kemudian mulai berdialog kepada bagian dirinya yang lain (part) yang ingin kesurupan, yakni yang disebut “Si Kesurupan”. Teknik ini sudah diajarkan pada sesi hipnoterapi pada sesi pertama ia hadir.

 

Dirinya berusaha berdialog hingga hadir kesadaran atau sugesti bahwa ia menerima segala kekurangan serta masalah yang terjadi di dalam kehidupannya. Ia pun ikhlas menerima permasalahan hidup atau apapun itu menjadi bagian dalam dirinya, bahkan sekalipun harus kesurupan lagi ,saat itu pun ia rela dan ikhlas. Setelah melakukan rangkaian dialog, tubuhnya merasa lebih baik dan bertenaga. Hilang sudah kekhawatiran untuk ‘kesurupan’ lagi. Sejak saat itu dan hingga saat ini, dimana saya masih berkomunikasi dengan dirinya, masalah kesurupan tersebut tidak hadir lagi.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

14 Jadi Orang Tua Harus Gentlemen

 

Pernah suatu kali saya menolak permintaan orang tua yang ingin menterapi anaknya. Alasannya bukan karena saya tidak ingin membantu mereka, namun sedari awal saya menemukan bahwa ada pola pikir (mindset) yang kurang tepat dari orang tua ini, yang jika saya tetap membantunya maka tidak akan menyelesaikan permasalahan si anak itu sendiri. Dampak dari permasalahan si anak ini sangat berat, namun sebenarnya bisa di selesaikan dengan hanya membangun komunikasi diantara keduanya. Akan tetapi, ternyata keduanya cenderung lebih memilih melimpahkan penyelesaian tersebut kepada pihak terapis saja.

 

Sebenarnya saya tidak semerta-merta menolak permintaan mereka, telah ada diskusi di awal yang juga merupakan bagian dari proses terapi dan konsultasi agar mereka menyadari bahwa orang tua-lah yang harus berperan terhadap permasalahan ini. Dikarenakan mereka tetap bersikeras agar saya yang berbicara kepada anak mereka, saya pun kemudian meminta mereka agar yang terlebih dahulu berbicara kepada si anak, jika sudah baru saya akan membantu mereka. Alhasil, mereka lebih memilih untuk mencari terapis lain yang mau melakukan sesuai permintaan mereka.

 

Pernah pula saya membantu seorang ayah yang mengalami permasalahan dengan putri dari istri yang baru saja ia nikahi. Ia menikah dengan seorang istri yang sudah membawa seorang anak gadis yang menginjak remaja. Si gadis saat ini sedang mengalami kisah asmara, namun dengan orang yang jauh lebih tua dari dirinya, yakni dengan gurunya sendiri. Si ayah menyadari bahwa pengalaman dalam mendidik anak yang sedang menginjak remaja sangat terbatas, ia pun menyadari posisinya sebagai ayah yang bukan ayah sebenar-benarnya dari anak istrinya tersebut.

 

Menyadari kekurangan yang dimiliki oleh si ayah, membuat saya pun tertantang untuk membantunya dalam menumbuhkan kesadaran, membangun keyakinan serta mengajarkan strategi komunikasi yang baik dengan si anak. Bahkan saya masih ingat dengan salah satu sugesti yang saya sampaikan dan sangat berkesan, bahkan hingga membuat si ayah pun mau berupaya menjadi tokoh yang bisa melindungi dan membantu setiap permasalahan si anak tersebut.

 

Sugesti saya katakan adalah “jika masalah sekecil ini membuat anda bingung, maka saya tidak bisa membayangkan jika nantinya anda harus berhadapan dengan calon menantu (pacar) dari anak anda?”. Kata pacar (calon mantu) menyadarkan si ayah bahwa permasalahan si anak yang saat itu sedang “suka” dengan gurunya bukan masalah besar dan hal yang menjurus pada kriminalisasi pendidikan terhadap anak didik dapat diselesaikan dengan berkomunikasi dengan pihak sekolah, tidak demikian dengan permasalahan ketika menghadapi kekasih anak yang akan menjadi calon suami, lalu mengapa harus di takuti? Yang harus ditakuti dan dipersiapkan adalah menghadapi masa depan si anak dengan calon suaminya nanti, dimana sebagai seorang ayah ia akan sangat dituntut untuk bisa menyeleksi, memutuskan, mengarahkan, memberi nasihat hingga membantunya ke jenjang pernikahan kelak.

 

Disitulah peran dari orang tua bukan?

Menjaga anak-anak kita dengan membangun komunikasi yang baik sehingga mereka paham dan bisa memilih jalan terbaik bagi kehidupan mereka sendiri

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 13 Sekolah Kamu Itu Mahal Tahu

 

 

Jika anda memahami bahwa bahasa adalah sebagai alat komunikasi yang di dalamnya terdapat sugesti dan berdampak pada anak di kemudian hari, nah apa yang anda rasakan jika anda mengucapkan kalimat-kalimat di bawah ini?

 

  1. “Kemarin minta dibelikan satu set drum, eh… sudah dibelikan sekarang malah kamu bosan dan minta dibelikan gitar…besok dibelikan gitar bosan lagi…”
  2. “Kamu tahu tidak dik! HP yang mama belikan itu harganya mahal banget dan sekarang kamu hilangkan…”
  3. “Ayah dan mama kerja siang dan malam untuk kamu lho…”
  4. “Kamu maunya apa?...kalau mama dan ayah maunya kamu itu seperti ini…”
  5. “Kalau kamu malas ya…sudah mama akan lapor ke guru kamu…”
  6. “Aduh mainan kamu kok sering banget dirusakin ya!. Sayang-sayang tahu…sini papa pajang saja di lemari…”

 

Silahkan baca kembali kalimat diatas dengan baik dan apakah anda merasa bahwa kalimat-kalimat di atas fokus pada penyelesaian masalah atau memberikan beban baru kepada anak atas pilihan yang anda buat sendiri ?

 

Arti dari kalimat-kalimat diatas adalah :

  1. Orang tua bangga dengan minat anak bermain musik bahkan membelikan perangkat yang sangat mahal, namun lupa untuk melihat kembali apa sebenarnya minat anak dan membuka ruang diskusi mengenai masa depan si anak itu sendiri. Ada sugesti “bosan” yang mengindikasikan nantinya cepat jenuh dan hampa.
  2. Membelikan perangkat teknologi yang sesuai dengan spesifikasi orang tua, kemudian memberikan sugesti anak yang tidak bisa dipercaya dan diberi amanah.
  3. Anak membutuhkan bahasa cinta dan kasih sayang dan belum mengerti seperti apa menjadi orang tua. Ada bahasa sugesti bahwa bekerja itu sangat tidak menyenangkan.
  4. Memberikan pilihan namun tetap memaksakan. Ada bahasa sugesti menjadi pemenang dengan segala cara dan diktator.
  5. Ketidakmampuan mendidik dan lepas dari tanggung jawab sebagai orang tua. Ada bahasa sugesti untuk lari dan menghindar.
  6. Membeli mainan yang ditujukan untuk dijaga baik-baik agar tetap utuh seperti saat awal membeli, lalu ada bahasa sugesti untuk tidak berinovasi dan takut mengambil keputusan.

 

Lalu bagaimana dengan judul kalimat diatas? “Sekolah kamu itu mahal tahu!”

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 12 Tidak Mau Lagi Berhubungan Intim dengan Suami edit citra

 

“Seingat saya, awal mula masalah ini terjadi yakni ketika suami saya begitu sibuk dengan pekerjaannya sehingga saya merasa diabaikan, selain itu dia juga selalu mengecewakan pada saat berhubungan intim. Semenjak itulah saya jadi trauma untuk melakukan “itu” hingga akhirnya saya merasa ada penyakit di dalam tubuh saya. Saya sudah 3 kali masuk rumah sakit, namun setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan saya sehat dan hasilnya bagus”.

 

Demikian sekelumit informasi yang saya terima lewat pesan singkat ke nomor HP saya, yaitu sebuah curahan hati seorang wanita yang mengalami permasalahan seperti yang telah diceritakan di atas. Perkiraan awal, saya merasa bahwa permasalahan ini hanya berkisar komunikasi yang kurang baik antara suami dan istri, khususnya si suami yang tidak bisa membahagiakan si istri, maka saya pun menyimpulkan bahwa nantinya terapi akan berfokus pada pembahasan tentang bagaimana mencari akar permasalahan yang terjadi lalu membantu untuk menumbuhkan komunikasi yang baik antara si suami kepada si istri.

 

Namun ternyata yang terjadi adalah di luar perkiraan saya, permasalahan yang diceritakan melalui pesan singkat tersebut malah tidak muncul dalam sesi terapi. Sebagai seorang therapist, saya menyadari bahwa hal ini memang lumrah terjadi dan permasalahan setiap individu pun bisa bersumber dari mana saja. Di sisi lain, hal-hal yang terjadi di luar perkiraan tersebut sebenarnya juga dapat menjadikan sesi terapi semakin menarik dan menantang, sebab dibutuhkan kesabaran serta keahlian untuk bisa melihat sebuah permasalahan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan tidak terpisah satu dengan yang lainnya, apalagi menyangkut pengalaman hidup seseorang. Tentu hal ini akan menambah ketajaman saya dalam melakukan sesi-sesi terapi berikutnya.

 

Dalam teknik Hipnoterapi, kemampuan seorang therapist untuk bisa mengambil pengalaman hidup seseorang baik yang terjadi di masa lalu atau saat ini kemudian menggunakannya sebagai alat (tools) penyembuhan merupakan salah satu teknik yang ampuh untuk bisa melepaskan seseorang dari beban permasalahannya. Teknik ini dinamakan dengan ‘utilisasi’, misalkan anda takut dengan salah satu jenis binatang maka seorang therapist akan mencari data di dalam pikiran anda apakah anda pernah memiliki pengalaman berani dan tidak takut dengan hewan selain yang anda takutkan tersebut?. Data tersebut bisa diaktifkan untuk membuat keyakinan baru bahwa anda bisa berani juga dengan hewan yang anda takutkan.

 

Kembali ke cerita di atas, singkat cerita akhirnya saya bisa bertemu dengan mereka. Si Istri datang ditemani oleh suami, sesi terapi diawali dengan obrolan ringan yang banyak membahas seputar permasalahan rumah tangga yang saat ini sedang mereka hadapi. Namun, sedari awal terlihat sekali si istri lebih mendominasi dalam berbicara ketimbang si suami yang hanya diam dan mendengarkan penjelasan si istri tersebut.

 

Tidak terasa sesi terapi telah berjalan hampir selama satu jam, namun permasalahan yang menjadi isu utama yakni tentang si istri yang sudah enggan untuk berhubungan intim lagi dengan suami tidak muncul ke permukaan. Yang muncul malah pembahasan seputar keluh kesah hidup si istri pada masa kecil, sekolah, kuliah, hingga pada saat si istri menikah dan akhirnya mempunyai anak.

 

Kami bersama-sama menyimpulkan bahwa sumber permasalahan dalam keluarga mereka bermuara pada kehidupan masa lalu si istri yang penuh dengan “penderitaan” (menurut si istri) sehingga menjadikan kehidupan dirinya saat ini tidak bahagia. Ditambah lagi dengan sikap pasif si suami yang tidak berdaya untuk bisa memahami kondisi si istri tersebut. Hal ini berujung pada hubungan intim yang kurang harmonis, bahkan sang istri saat itu telah siap untuk berpisah dengan suami. Akhirnya, sesi terapi yang dilakukan lebih merupakan sesi terapi untuk si istri bukan si suami.

 

Dari sekelumit cerita di atas dapat kita simpulkan bahwa sebuah permasalahan bisa disebabkan oleh berbagai hal, di dalam diri setiap individu tersimpan pengalaman-pengalaman masa lalu yang akan selalu diingat dan dibawa ke masa sekarang. Hal ini dapat menjadi beban psikologis bagi individu itu sendiri. Ujian berupa masalah pasti akan datang dalam hidup karena sejatinya perjalanan hidup seseorang tidak akan pernah menjadi lebih mudah, hanya dengan membuat diri kita mampu maka kita akan terbebas dari permasalahan tersebut. Tugas saya dan juga anda adalah memampukan diri agar ujian di masa lalu tidak menjadi oknum yang akan menimbulkan atau menjadi masalah baru di masa sekarang.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendafaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

Sekolah

 

Usianya masih belia, baru 8 tahun dan saat ini masih duduk di bangku SD kelas 3. Anaknya ceria dan terlihat cerdas. Mata pelajaran yang disukainya adalah matematika dan olahraga. Kedua ayah dan ibunya bekerja dan kesehariannya di asuh oleh nenek dan bibinya. Namun sudah hampir satu minggu ini ia tidak mau masuk sekolah dan lebih senang untuk tinggal di rumah saja.

 

Sudah berbagai macam cara digunakan oleh ayah dan ibu-nya agar si anak mau kembali berangkat sekolah. Ia bahkan telah dimotivasi, dikasih pengertian, di tanya masalahnya apa, dan dibuat senang pula dengan cara dibelikan hadiah atau jalan-jalan, namun sayang tetap tidak berhasil. Pernah suatu saat si anak mengatakan ingin berangkat sekolah namun ketika keesokan paginya, ia mogok kembali dan memutuskan untuk tidak bersekolah. Pihak sekolah juga sebenarnya sudah pernah datang ke rumah dan membujuk agar si anak mau hadir kembali, namun tetap saja masih belum berhasil. Hal ini benar-benar membuat bingung kedua orangtuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan anak mereka. Paling tidak mereka berharap agar dapat menemukan alasan yang membuat si anak enggan untuk bersekolah.

 

Pada saat sesi terapi, si anak lebih sering berada di samping Ibunya. Sesekali hanya tersenyum dan enggan untuk menjawab jika ditanya. Sepertinya ia hanya asik mendengarkan perbincangan saya dengan si Ibu, bahkan ketika saya coba untuk bertanya lebih dalam lagi, saya dapat melihat ada ketidaknyamanan dari si anak dan kecenderungan ia ingin menangis.

 

Akhirnya saya pun putuskan untuk menggunakan pendekatan lain. Pendekatan atau teknik ini sangat tepat jika berhadapan dengan situasi seperti ini. Pendekatan ini dinamakan dengan ‘metafora’, yakni teknik bercerita yang di dalamnya mengandung pesan atau ajakan dan tentunya masih sesuai dengan permasalahan si anak. Saya mulai memberi sinyal kepada si Ibu untuk merespon cerita yang saya buat dengan ungkapan atau kalimat, agar cerita yang saya buat nanti seperti benar adanya atau paling tidak memberi efek kepada si anak.

 

Mulailah saya bercerita…

 

Ketika saya bercerita, terlihat si anak mendengarkan dengan sangat seksama, lalu ia mulai terlihat merubah cara duduknya, raut mukanya juga mulai terlihat berubah seiring cerita yang saya sampaikan. Di antara cerita yang saya sampaikan, tidak lupa saya selipkan beberapa sugesti, pesan dan motivasi. Hal ini bertujuan agar anak mau bercerita dengan sebenar-benarnya apa yang menyebabkan ia tidak mau sekolah.

 

Tiba-tiba si anak menangis dengan hebat dan menutup mukanya. Sepertinya cerita yang saya buat benar-benar menyentuh hingga membuat dirinya menangis. Lalu saya minta si Ibu untuk memeluk dan memberi motivasi agar si anak menjadi lebih berani dan mau menyampaikan alasannya. Akhirnya kami pun menemukan beberapa alasan yang membuat si anak enggan untuk sekolah.

 

Metafora adalah cerita, cerita bisa berbentuk apa saja. Cerita yang sering kita dengar sejak kecil atau cerita yang kita peroleh dari hasil pengamatan dapat memberi kesan. Sebuah cerita bisa bermakna sangat dalam bahkan bisa merubah hidup seseorang. Ketika seseorang bercerita maka sulit sekali pikiran untuk menolak nilai-nilai yang ada di dalamnya, bahkan kecenderungannya kita akan mudah menerima begitu saja.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

 

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendaftaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

9 Cemas dan Takut Berlebihan

 

“Saya takut Pak…”
“Saya khawatir kalau…..”
“Kalau Saya…. maka Saya akan……”

Pernahkah anda memiliki pengalaman seperti kalimat di atas? Ada suara atau dialog dalam diri yang membuat anda tidak bisa berbuat apa-apa dan rasanya seperti tertahan. Ada rasa yang namanya takut dan cemas yang berlebihan. Semakin hari rasa itu semakin bertambah dan bertambah lagi hingga anda seperti dikuasai oleh perasaan cemas dan takut tersebut. Bahkan rasa itu hadir dan menyebar hingga kepada apapun yang anda lakukan di setiap langkah kehidupan sehari-hari, anda benar-benar dibuat tidak berdaya.

 

Sejatinya semua orang pasti memiliki rasa takut dan cemas. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, itu adalah bukti bahwa diri anda memiliki alarm atau pengingat. Ya…pengingat bagi anda di dalam melakukan sesuatu agar lebih baik, lebih hati-hati, lebih waspada, lebih dipersiapkan dan lebih dipahami. Namun apa jadinya jika ternyata pengingat ini sudah tidak bekerja dengan baik lagi? Jika pengingat ini bekerja dalam kondisi overreactive atau dapat dikatakan mengalami kerusakan (disorder).

 

Kalau pengingat diri bekerja dengan normal, maka segalanya sebenarnya akan baik-baik saja. Silahkan diingat kembali pengalaman ketika dahulu anda menghadapi ujian di sekolah, rasa takut tidak lulus atau rasa cemas tidak bisa mengerjakan soal-soal malah membuat anda belajar dengan giat, ikut les tambahan, belajar kelompok, rajin membuat kesimpulan, berlatih soal-soal ujian, bahkan kadang sampai lupa makan dan harus begadang hanya untuk bisa lulus. Artinya, rasa cemas dan takut itu pada dasarnya dapat membantu anda agar lebih siap dan berani dalam menghadapi ujian di sekolah.

 

Cemas dan takut yang tidak semestinya dapat ditandai dengan hal-hal berikut ini :

  1. Sudah berpikir di awal bahwa segala sesuatunya akan berdampak buruk untuk diri sendiri dan orang lain
  2. Setiap kejadian atau peristiwa selalu dikaitkan dengan gambaran yang menakutkan
  3. Sulit unutk mengambil keputusan yang cepat dan tepat
  4. Mempertimbangkan segala sesuatunya terlalu dalam dan hasilnya selalu memberi berdampak negative
  5. Sulit menerima keadaan
  6. Mudah panik

 

Kecemasan memiliki beragam tingkatan, mulai dari tingkatan yang terendah, sedang, berat hingga tingkatan panik. Dalam tingkatan panik, maka seseorang telah berada pada kondisi dikuasai oleh rasa cemas dan takutnya. Dirinya sudah tidak berdaya karena alarm atau pengingat diri bekerja dengan sangat berlebihan, dari hal yang sepele bahkan sampai bisa membuat sebuah gambaran berlebihan atas peristiwa yang akan berdampak buruk kepada dirinya. Akhirnya, sumber kecemasan dan ketakutan tersebut sulit untuk diidentifikasi karena sudah membentuk sebuah kumpulan yang saling kait mengkait antara satu dan yang lainnya.

 

Bagi anda yang mengalami hal-hal seperti yang telah diulas di atas, maka hal-hal berikut ini menjadi sangat penting untuk anda diketahui agar anda bisa mengurangi rasa takut dan cemas yang berlebihan :

  1. Tidak sabar dengan PROSES. Rasa cemas dan takut yang anda alami adalah bagian dari diri anda, yang tumbuh bersama selama hidup. Rasa itu berkembang tanpa anda sadari sehingga menjadi sebuah pemrograman baru yang mengganggu anda. Untuk itu, temukan teknik penyembuhan yang tepat, lakukan teknik penyembuhan tersebut dengan konsisten dan penuh keyakinan.
  2. Tidak yakin akan sembuh. Memiliki keyakinan yang salah bisa membawa pikiran pada rasa frustasi atau tidak berdaya. Hal inilah yang sangat disenangi oleh rasa cemas dan takut, oleh karena itu yakinlah bahwa pengalaman tidak menyenangkan ini pasti berlalu.
  3. Beranggapan bahwa hidup itu berat. Ingat! hidup ini adalah adabagian dari rencana Yang Maha Kuasa, oleh karenanya dibutuhkan keikhlasan serta kesabaran.
  4. Tidak fokus pada solusi.Jangan hanya sibuk mencari penyebab atau akar permasalahan saja. Cari dan temukan solusi anda untuk keluar dari permasalahan ini.
  5. Labelling, yakni melabelisasi diri dengan hal-hal terburuk dan tidak berpikir positif. Sugesti positif apa yang bisa anda berikan ke diri sendiri?
  6. Selalu berpikir negatif. Hindari meyakini bahwa ujung-ujungnya adalah penderitaan dan kematian.
  7. Sering menunda. Beranilah untuk melangkah.

 Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan jika anda membutuhkan konsultasi atas hal-hal yang anda alami silahkan hubungi klinik hipnoterapi Mantika.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

 

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendaftaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

 

7 Teknik Jitu Dapat Jodoh 

“Kok masih sendiri aja…”
“Mana calonnya…?”
“Kapan undangannya nih…?”


Bagi anda yang belum menemukan pasangan hidup, kalimat-kalimat diatas pasti sering anda dengar. Baik berupa pertanyaan langsung ataupun sindiran halus yang ditujukan langsung kepada anda. Akibatnya ada sebagian orang yang akhirnya malu untuk menghadiri suatu undangan pernikahan atau sekedar kumpul-kumpul di acara keluarga karena khawatir jika ditanya seputar status.

 

Merasa marah, kesal, benci atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu sehingga keluar ucapan “Siapa sih yang mau terus hidup sendiri…!”. Mungkin itu jawaban yang tepat untuk membela status lajang tersebut. Namun jika permasalahan ini dilihat dari sudut pandang Hukum Kekekalan Energi (HKE) lalu diformulasikan dengan teknik brain technology maka teknik terbaik seperti apa yang bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut? Lalu apa keterkaitan antara keduanya?.

 

Hukum Kekekalan Energi (HKE) menyatakan bahwa “energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk energi lain”. Jumlah energi dari sebuah sistem tidak berubah—ia akan tetap sama, contoh: energi bensin berubah menjadi gerak, energi lampu berubah menjadi energi panas, pukulan palu ke paku merubah energi tekanan menjadi energi panas dan bentuk, air dipanaskan menjadi uap, uranium jadi bom, kayu berubah menjadi bara api, dsb.

 

Energi berwujud dalam bentuk cahaya, panas, suara, listrik, mekanikal, kemikal, elektromagnetik, dsb. Hampir benda-benda di alam semesta memiliki energi termasuk manusia. Arti HKE bagi manusia adalah bahwa manusia terikat pula dg hukum HKE dan setiap energi yang dikeluarkan akan kembali karena energi itu tidak akan hilang. Misalkan: bekerja dapat gaji, mengajar anak untuk kebaikan akan kembali dengan bakti anak kepada orangtuanya, energi silaturahmi maka banyak teman dan persahabatan, dsb.

 

Lalu apa artinya jodoh manusia dengan HKE? Jika manusia bisa menerima energi dan juga memancarkannya, maka asumsi pertama yang patut menjadi perhatian adalah energi apa yang selalu di pancarkan oleh mereka yang belum memiliki jodoh hingga saat ini? Dalam beberapa kasus perjodohan dan dihubungkan dengan HKE,  maka banyak kasus di temukan adanya energi yang tidak dipancarkan atau dilepaskan untuk mendapatkan jodoh. Misalkan, memiliki pengalaman masa lalu dan trauma dengan percintaan, lebih banyak membangun perbedaan dengan calon pasangan sehingga selalu kandas di tengah jalan, mensyaratkan calon dengan kriteria yang di luar batas kemampuan calon, terlalu selektif di dalam menerima calon, sudah takut terlebih dahulu dan tidak berani memulai, tidak percaya diri, dsb.

 

Artinya bahwa energi yang dipancarkan memuat beban negatif ketimbang positif. Bukankah dalam HKE dikatakan bahwa setiap energi positif akan kembali ke dalam diri orang yang memancarkannya berupa energi positif pula?

 

Oleh karena itu penting untuk selalu mengirim vibrasi positif yang bisa menarik energi positif pula khususnya dalam hal cinta atau jodoh. Nah, jika di hubungkan dengan brain technology maka untuk menghadirkan vibrasi positif harus di mulai dari dalam diri terlebih dahulu. Lebih tepatnya berdamai dan mampu mengkomunikasikan energi negatif lalu merubahnya menjadi positif. Tanyakan kembali ke diri sendiri apa saja hambatan yang selama ini ada dan jika hal tersebut negatif saatnya ubah dengan hal-hal positif.

 

Bagaimana cara mengubahnya? Teknik berikut ini bisa menjadi solusi bagi anda untuk menghadirkan vibrasi positif ke dalam diri :

  • Silahkan anda duduk yang nyaman dan buat anda rileks.
  • Atur nafas dengan baik. Sambil anda atur nafas hingga benar-benar rileks, mulailah pejamkan mata dan berdialog dengan diri.
  • Diskusikan dan temukan permasalahan yang ada hingga bisa hadirkan energi positif.
  • Biarkan energi positif tersebut memancar keluar dari dalam diri anda hingga ia bisa menemukan jodoh yang tepat yang sesuai dengan keinginan anda.

 

(Ditulis oleh Adam Hidayat)

 

Tertarik melakukan hipnoterapi ?

Silahkan lakukan pendaftaran online di sini, tim kami akan segera menghubungi anda.

Lokasi Praktek

Contact us

Icon putih

021-8318690 / 83705469

0812-8685-5700

Gd. Mantika, Jl. Tebet Raya 9G

Jakarta Selatan

JoomShaper